Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Gagal Taklukan Slovakia, Inggris ke 16 Besar

Gagal Taklukan Slovakia, Inggris ke 16 Besar
Inggris lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2016 meskipun hanya bermain imbang 0-0 dengan Slovakia. Mereka lolos sebagai runner up Grup B.

Bermain menekan sejak awal pertandingan, Inggris gagal menembus rapatnya pertahanan Slovakia. Pada babak pertama, skuad Tiga Singa mendapat kesempatan pertama pada menit ke-6 Inggris.

Umpan silang Nathaniel Clyne berhasil disambut penyerang Jamie Vardy yang berada di sisi kiri kotak pinalti Slovakia. Namun sontekan Vardy sambil melayang di udara hanya melambung di atas mistar gawang Slovakia.

Pada menit ke-13 Adam Lallana mendapatkan kesempatan membawa Inggris unggul. Tanpa pengawalan gelandang Liverpool itu melepaskan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak pinalti. Tetapi bola tembakan Lallana masih menyamping di sisi kiri gawang Matus Kozacik.

Inggris terus menggempur pertahanan Slovakia pada awal babak pertama. Mereka mendapatkan peluang emas pada menit ke-17. Penyerang Jamie Vardy memenangkan adu cepat dengan bek Slovakia, Martin Skrtel untuk menyambut umpan panjang yang dilepaskan Jordan Henderson. Sayangnya upaya Vardy meloloskan bola di antara kedua kaki Kozacik gagal.

Bek kanan Nathaniel Clyne yang menggantikan Kyle Walker mampu bermain apik pada laga itu. Umpan silangnya terus membombardir pertahanan Slovakia. Pada menit ke-33 umpan silang mendatar Clyne mengarah ke Lallana yang berada di tengah kotak pinalti. Dengan satu sentuhan, Lallana melepaskan tendangan ke gawang Slovakia. Naas, kali ini Kozacik masih terlalu tangguh untuk ditaklukan.
Gagal Taklukan Slovakia, Inggris ke 16 Besar

Slovakia hampir mencuri gol pada menit ke-53 memanfaatkan kesalahan lini belakang Inggris. Kesalahpahaman terjadi antara bek Chris Smailling dengan penjaga gawang Joe Hart ketika mengantisipasi umpan silang dari sisi kanan pertahanan mereka. Bola yang menyentuh dada Smailling berhasil menyentuh kaki penyerang Ondrej Duda. Beruntung bola masih menyentuh kaki Joe Hart yang menyambut bola dari Smailling.

Semenit berselang bek Nathanael Clyne berhasil merangsek ke sisi kiri gawang Slovakia. Dalam kawalan dua pemain belakang, Clyne melepaskan tembakan kaki kanan yang masih menyentuh dada Kozacik.

Sepuluh menit babak kedua berjalan,Pelatih Roy Hodgson mengganti 2 pemainnya. Dia memasukan Dele Alli dan Wayne Rooney menggantikan Jack Wilshare dan Adam Lallana.

Alli hampir membawa Inggris unggul pada menit ke-61. Alli berhasil melepaskan sontekan menyambut umpan silang di sisi kiri kotak pinalti. Meskipun Kozacik sudah mati langkah, sontekan Alli masih bisa diblok oleh Martin Skrtel.

Pada menitke-75 Hodgson kembali melakukan pergantian pemain. Harry Kane masuk menggantikan Daniel Sturridge.

Meskipun sudah menambah 3 tenaga baru di lini serangnya, Inggris tetap kesulitan menembus pertahanan berlapis Slovakia. Rooney cs dipaksa banyak melepaskan tendangan dari luar kotak pinalti. Namun upaya itu pun tak berbuah banyak karena tembakan skuad tiga singa kerap melebar atau melambung tak menemui sasaran.

Harry Kane mendapat dua kesempatan pada lima menit terakhir pertandingan. Peluang pertaman didapatkan Kane ketika menyambut umpan sundulan Garry Cahill. Namun sundulan Kane masih bisa dimentahkan oleh Kozacik.

Peluang kedua Kane pun tak berbuah hasil. Menerima umpan silang dari sisi kanan, sundulannya hanya melebar ke sisi kanan gawang Kozacik.

Hasil itu membuat posisi puncak klasemen Grup B yang diduki Inggris lepas ke tangan Wales yang pada laga lainnya menang 3-0 atas Rusia. Inggris pun harus puas berada di posisi kedua klasemen akhir.

Slovakia masih berpeluang lolos ke babak 16 besar sebagai satu dari empat tim di posisi ketiga terbaik. Sementara Rusia harus angkat koper lebih cepat dari Prancis.

-tempo.co-

Sayap Rusak di Lap 1, Rio Haryanto Berhasil Finis di Azerbaijan

Sayap Rusak di Lap 1, Rio Haryanto Berhasil Finis di Azerbaijan
Pembalap Formula 1 Indonesia Rio Haryanto mengaku terhambat dalam Grand Prix Eropa di Sirkuit Kota Baku Azerbaijan pada Minggu, 19 Juni, waktu setempat setelah tabrakan pada tikungan pertama.

“Bukan lomba yang bagus bagi saya hari ini. Saya terlibat insiden pada tikungan pertama yang merusak sayap depan mobil dan saya harus berhenti dan masuk pit pada akhir lap pertama,” kata Rio dalam halaman Facebook resmi tim Manor Racing, Senin dinihari.

Pembalap Manor Racing bernomor mobil 88 itu mengawali perlombaan dengan 51 lap pada total jarak 306.049 kilometer itu dalam posisi 16 di depan rekan satu timnya Pascal Wehrlein yang menempati posisi 17. Namun, Rio menyelesaikan perlombaan pada posisi terakhir 18 setelah masuk pit stop pada lap pertama selama 33,405 detik.

“Tentunya, penggantian sayap depan membutuhkan waktu pit stop yang lebih lama. Ketika kembali ke perlombaan, posisi saya langsung tercecer ke belakang,” ujar pembalap asal Solo itu.

Rio menjelaskan timnya memutuskan memakai ban Soft dan bertahan dengan strategi satu stop. “Tapi, 49 lap merupakan tugas yang berat untuk tipe ban itu. Saya harus mengatasi tingkat degradasi ban yang tinggi. Titik pengereman pun berubah setiap saat,” ujar pembalap berumur 23 tahun itu.

Meskipun terseret pada posisi buncit dalam perlombaan Grand Prix Eropa itu, Rio tetap optimistis dengan perlombaan di Azerbaijan menyusul hasil bagus pada sesi kualifikasi serta menuntaskan perlombaan tanpa ada masalah pada mobil MRT05.

Sementara, Pascal terpaksa gagal melanjutkan perlombaan di Sirkuit Baku karena masalah pengereman. Padahal, pembalap asal Jerman itu sempat menempati posisi ke-10 pada lap ke-13 karena belum pernah masuk pit stop.

Direktur Manor Racing Dave Ryan mengatakan tim asal Inggris itu sengaja membedakan strategi antara Rio dengan Pascal pada Grand Prix Eropa. “Setelah melihat hasil kualifikasi yang bagus dan menyaksikan dua perlombaan GP2 yang diwarnai Safety Car, kami memisahkan strategi antara kedua mobil untuk menjangkau setiap kemungkinan,” ujar Dave.

Dave menambahkan timnya masih akan berjuang dalam perlombaan berikutnya pada Grand Prix Austria di Sirkuit RedBull Ring 3 Juli mendatang.

Sementara itu, Nico Rosberg memenangi balapan perdana Formula 1 di Azerbaijan, Minggu waktu setempat, dan memperbesar keunggulannya dari rekan setimnya di Mercedes Lewis Hamilton pada klasemen dengan 24 poin. Hamilton sendiri finis kelima, di belakang Sebastian Vettel, Meksiko Sergio Perez, dan Kimi Raikkonen.

-tempo.co-

Prancis dan Swiss Lolos ke Babak 16 Besar

Prancis dan Swiss Lolos ke Babak 16 Besar
Prancis dan Swiss lolos ke babak 16 besar sebagai juara dan runner-up grup A.

Prancis akhirnya lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup A setelah bermain imbang tanpa gol dengan Swiss pada pertandingan Senin dinihari WIB. Swiss juga melaju sebagai runner-up grup.

Dengan hasil itu, Prancis mengemas nilai 7 sedangkan Swiss memiliki poin 5. Lalu, siapa lawan kedua tim itu di babak berikut?

Badan sepak bola dunia (UEFA) sudah membuat aturan untuk pertemuan di babak 16 besar. Terkait juara dan runner-up Grup A, aturannya sebagai berikut:
Juara grup A bertemu tim urutan ketiga dari Grup C/D/E.
Runner-up grup A bertemu runner-up grup C.

Saat ini lawan-lawan itu belum bisa dipastikan. Untuk Prancis calon lawannya adalah Irlandia Utara (tim ketiga Grup C, nilai 3), Republik Cek (grup D, nilai 1), Swedia (grup E, nilia 1). Ketiganya masih akan bertarung di laga terakhir.

Untuk runner-up grup C yang akan jadi lawan Swiss adalah masih akan jadi perebutan empat tim, yakni Jerman (nilai 4), Polandia (4), Irlandia Utara (1).

Albania yang berhasil mengalahkan Rumania 1-0 akhirnya finis di urutan ketiga grup A. Tim debutan ini berpeluang lolos sebagai salah satu dari empat tim urutan ketiga terbaik (dari 6 grup), meskipun nilainya yang hanya 3 akan menyulitkan mereka untuk melaju.

Tim pesaing Albania masih akan menjalani laga terakhirnya. Saat ini, pesaingnya itu sudah ada yang memiliki nilai 3, yakni Irlandia Utara, Portugal, dan Slovakia. Dua tim di urutan ketiga lainnya memiliki nilai 1, yakni Republik Cek dan Swedia.

Bila akhirnya lolos, Albania selanjutnya akan menghadapi pemenang Grup B, yakni Inggris, Wales, atau Slovakia.

-tempo.co-

Mundur Usai Kekalahan, akankah Dejan Antonic Jadi Pelatih Asing Kedelapan yang Gagal?

Mundur Usai Kekalahan, akankah Dejan Antonic Jadi Pelatih Asing Kedelapan yang Gagal?
Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic, memutuskan untuk mengundurkan diri setelah timnya menelan kekalahan telak kala melawan Bhayangkara Surabaya United (BSU).
Tim Maung Bandung kalah 4-1 dalam ajang lanjutan Indonesia Soccer Championship 2016 di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/06/2016).
Meski masih menunggu keputusan manajemen, mundurnya pelatih asal Serbia itu akan menambah catatan sejarah pelatih asing yang gagal mempersembahkan prestasi ketika menukangi Persib.
Dejan akan menjadi pelatih kedelapan setelah tujuh pelatih asing sebelumnya mengalami nasib serupa dengannya.
Beberapa pelatih asing itu pun ada yang berhenti menukangi Persib di tengah jalan.
Ketujuh pelatih itu, yakni Marek Janota (1982), Marek Andre Sledzianowski (2003), Juan Antonio (2003-2004), Arcan Iurie Anatolievici (2006-2007), Darko Daniel Janackovic (2010), Jovo Cuckovic (2010), dan Drago Mamic (2011).
Lantas apa yang membuat Dejan mundur dari kursi pelatih kepala Persib?
"Saya pikir kita harus cari solusi paling baik untuk Persib. Tapi saya hormati Bobotoh dan semua orang yang meminta menang dan juara, (meski) untuk waktu sebentar," ujar Dejan seperti yang dikuti Tribun dari persib.co.id laman resmi Persib, (12/6/2016).
Dejan mengaku, keputusan itu sudah dibicarakan dengan sejumlah pihak. Ia pun optimistis Persib masih memiliki peluang untuk bangkit setelah kemundurannya. Menurutnya, banyak hal yang masih diperbaiki tim untuk mengarungi ISC 2016.
"Masih banyak pertandingan dan masih banyak peluang untuk tim ini," katanya. (*)


-tribunnews.com-

Skuat Persib Bandung Pulang dengan Raut Wajah Kecewa

Skuat Persib Bandung Pulang dengan Raut Wajah Kecewa
Raut kekecewaan tampak dari wajah para pemain Persib Bandung ketika keluar dari pintu kedatangan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Minggu (12/6/2016).
Pasalnya, Maung Bandung dihajar dengan skor 1-4.
Pada pekan ke-enam Indonesia Soccer Championship (ISC) A kontra Bhayangkara Surabaya United (SU) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/6/2016).
Pelatih Persib Dejan Antonic, tampak berjalan tergesa-gesa bersama asisten pelatih Darko Vargec. Keduanya bungkam kepada para wartawan yang telah menanti kedatangan skuat Persib."Nanti saja, no comment," ujar Dejan sambil melambaikan tangannya, ketika ditanya awak media soal keputusannya meninggalkan tim yang diasuhnya sejak akhir Januari 2016 lalu.
Tak hanya Dejan, kebobolan empat gol juga menjadi pukulan bagi Kiper Persib, I Made Wirawan.
Catatan cleansheet Made ternoda melalui serangkaian gol BSU yang dibuat Thiago F Dos Santos dan kawan-kawan.
Made hanya bisa tertunduk dengan mengenakan tudung jaketnya. Usai disambut secara singkat oleh istri dan anaknya, Made segera menuju kendaraanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.(*)

-tribunnews.com-

Luis Salom Tewas, Rossi Ragukan Keselamatan di MotoGP

Luis Salom Tewas, Rossi Ragukan Keselamatan di MotoGP
Standar keselamatan di MotoGP tengah menjadi sorotan saat ini. Pembalap Moto2 Luis Salom meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Catalunya pada sesi latihan bebas pekan lalu.
Salom menghembuskan nafas terakhir akibat insiden di tikungan 12 Sirkuit Catalunya. Kecelakaan yang dialami Salom bukan yang pertama kali terjadi di tikungan 12 Sirkuit Catalunya. Pada tahun 2014 Nico Antonelli (pembalap Moto3) mengalami insiden di tempat yang sama.

Setelah insiden yang dialami Antonelli, panitia perubahan untuk memberikan keamanan pada pembalap berupa pemasangan pagar udara. Namun upaya tersebut ternyata tidak cukup. Dua tahun berselang, tikungan 12 memakan korban jiwa.

Berkaca pada hal tersebut, pembalap veteran Movistar Yamaha Valentino Rossi tidak terlalu yakin semua sirkuit akan aman 100 persen bagi pembalap.

"Sangat sulit untuk memiliki keselamatan 100 persen. Sayangnya itu sesuatu yang anda tidak bisa perbaiki," tutur Rossi seperti dilansir Crash.

-liputan6.com

6 Fakta Menarik Jelang Turki Vs Kroasia

6 Fakta Menarik Jelang Turki Vs Kroasia
Laga seru bakal tersaji saat Turki menantang Kroasia dalam laga perdana Grup D Piala Eropa 2016. Maklum kedua tim merupakan kuda hitam dalam turnamen ini.

Ya, kedua tim layak menjadi kuda hitam mengingat talenta pemain yang dimiliki. Mayoritas skuat merupakan andalan di klub-klub besar Liga Eropa.
Di kubu Turki terdapat nama-nama seperti Arda Turan, Hakan Calhanoglu, hingga Emre Mor. Sementara Kroasia bakal mengandalkan Ivan Rakitic, Mario Mandzukic, dan Luka Modric.

Lalu apa saja data dan fakta menarik pertemuan kedua tim. Berikut ulasannya seperti dilansir BBC:

1. Kedua tim sudah bertemu dalam enam laga sebelumnya. Kroasia memenangkan dua laga, dan empat laga lain berakhir imbang.

2. Turki selalu kalah dalam tiga laga pembuka di Piala Eropa.

3. Turki telah mencetak delapan gol dalam empat laga terakhir di Piala Eropa.

4. Turki tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi.  Mereka meraih lima kemenangan dan tiga kali hasil imbang.

5. Kroasia hanya sekali kalah dari enam laga di babak gru Piala Eropa.

6. Mario Mandzukic mencetak tiga dari empat gol yang dibuat Kroasia di Piala Eropa 2012.

-liputan5.com-

Rapor Pemain Persib Usai Dipermalukan Bhayangkara SU

Rapor Pemain Persib Usai Dipermalukan Bhayangkara SU
Persib Bandung akhirnya menelan kekalahan perdana di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Mereka harus menahan malu usai digulung 1-4 oleh Bhayangkara Surabaya United (11/6).
Pekan keenam ini bisa dibilang menjadi petaka besar bagi Atep dan kawan-kawan. Meski sukses menguasai jalannya laga dengan perolehan bola 59 persen, Persib gagal mengonversi peluang-peluang matangnya.

Menurut catatan Labbola, mereka sukses melepaskan 15 tendangan, tetapi hanya tujuh yang menemui sasaran. Apa daya, lengahnya lini pertahanan Persib dimanfaatkan dengan baik oleh Maung Bandung.

Padahal, dari lini tengah, Hariono sudah berusaha maksimal memutus aliran bola. Tercatatm Persib meraih 50 persen tackle sukses pada laga itu.

I Made Wirawan (6): Kebobolan empat gol sebenarnya bukan murni salah Made. Dia beberapa kali melakukan penyelamatan, salah satunya menahan sepakan keras Rudi Widodo pada menit ke-12

Tony Sucipto (5): Toni gagal menjaga daerahnya. Dia gagal menjaga kedalaman.

Purwaka Yudi (5): Sama halnya Tobni, Purwaka juga gagal menjaga pertahanan Persib. Gol kedua Bhayangkara SU bisa dibilang karena dia gagal mengawal Rudi Widodo.

Hermawan (5): Gol kedua dari Thiago Furtoso tak akan terjadi, andai dia bisa menutup ruang.

Rudolof Yanto Basna (5): Kehilangan Vladimir Vujovic membuat Basna seperti tak tahu apa yang harus dilakukan. Gol ketiga, akibat dia lengah menjaga Otavio Dutra.

Hariono (6,5): Dia menjadi salah satu pemain yang paling sibuk. Tekel-tekelnya itu setidaknya menjaga Persib tak kebobolan lebih banyak.

Rachmad Hidayat (5): Dia agak kagok mengawal lini tengah. Dia bahkan hanya bertahan 49 menit sebelum digantikan Taufiq.

Robertino Pugliara (5,5): Pergerakannya beberapa kali menyulitkan. Namun masih mandek di depan. Dia juga sempat kehilangan momentum pada menit ke-19 karena terlalu lama mengolah bola.

Tantan (5,5): Seperti biasa, Tantan sempat mengancam lewat gerakan cepatnya. Saat laga baru berjalan dua menit, dia hampir mencetak gol andain sepakan kerasnya tak melambung di atas mistar gawang.

Atep (5,5): Atep seperti mentok di lini depan. Dia bermain tak seperti biasanya bahkan tak mendapat satu peluang pun.

Juan Belencoso (5): Gagal mencetak gol di TSC plus mengeksekusi penalti menjadi momok bagi mantan penyerang Kitchee FC ini. Andai bisa mengeksekusi penalti pada menit ke-73, mungkin Persib bisa bangkit.

Taufiq (5): Masuknya dia tak banyak mengubah keadaan. Taufiq justru tak mampu mengawal lini tengah dan lebih baik dari Rachmad Hidayat.

David Laly (5,5): David Laly masuk pada menit ke-58. Kehadirannya sedikit mengubah jalannya laga. Tetapi, dia gagal mengirimkan umpan-umpan matang ke Belencoso.

Samsul Arif (7): Samsul bisa dibilang menjadi pemain yang bersinar. Menggantikan Belencoso, dia sukses mencetak gol meski baru 12 menit di atas lapangan.

(Oleh Indra Eka Setiawan)

-liputan6.com-

 
Copyright © 2016 Berita dan Informasi. All Rights Reserved Blogger